Makkawing (UPT. Puskeswan) - Indonesia kerap kali dilanda oleh bencana alam dan bencana non alam. Bentuk bencana alam yang sering terjadi di Negara Indonesaia adalah gempa bumi, gunung berapi, banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan masih banyak bentuk bencana alam lainnya. Sedangkan pada bencana non alam ada penyakit Covid-19, antrak, rabies dan penyakit mulut dan kuku (PMK). Di Kabupaten Sanggau, selain penyakit Covid-19 terdapat dua jenis penyakit hewan yang terjadi yaitu penyakit rabies (anjing gila) dan PMK. Ke dua jenis penyakit tersebut disebabkan oleh virus dan dapat menyebar dengan sangat cepat. Secara umum cara penularannya melalui kontak langsung dan tidak langsung dengan kuman penyakit (patogen). Dampak yang ditimbulkan dari penyakit tersebut selain menyebabkan kematian juga berdampak pada ekonomi, sosial dan budaya.
Dalam rangka mengurangi resiko dampak bencana yang bisa terjadi sesaktu - waktu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau mengadakan sosialisasi/ KIE mitigasi dan pencegahan serta penanganan virus rabies dan penyakit mulut kuku (PMK) di Desa Makkawing. Kegiatan ini dihadiri sekitar 30 orang yang berasal dari berbagai unsur yaitu Forkompimcam Kecamatan Balai, tenaga kesehatan dari Puskesmas Balai, petugas penyuluh pertanian lapangan BPP Balai, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat Desa Makkawing.
Narasumber pada acara KIE ini adalah Rachmay Madya Reforma, A.Md Vet, Petugas Paramedik Veteriner Pusat Kesehatan Hewan Kecamatan Balai. Topik materi yang di minta tersebut sejalan dengan situasi dan kondisi lapang yang saat ini sedang terjadi di wilayah Kabupaten Sanggau dan Kalimantan Barat umumnya. Masyarakat sangat antusias menyaksikan materi yang dipaparkan, karena sebagian besar masyarakat yang ada di Desa Makkawing Kecamatan Balai memiliki hewan/ ternak seperti anjing, kucing dan ternak sapi. Pada saat memaparkan materi, Refo juga mengingatkan agar masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan hewan/ ternak peliharaannya. Hal ini harus dilakukan oleh bapak/ibu selaku pemilik hewan/ ternak, karena masalah kesehatan hewan khusunya penyakit Anjing gila dan penyakit PMK dampaknya cukup luas. Selain menyebabkan kematian juga berdampak pada ekonomi, sosial dan budaya. Setelah menyampaikan materi, Refo juga memberikan contact person kepada masyarakat, agar mudah di hubungi jika terjadi masalah kesehatan pada hewan/ ternak.
Pada akhir acara, Refo berharap bahwa kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan, karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang kesehatan hewan peliharaannya. Sekali lagi, “semoga kegiatan seperti ini bisa rutin kita lakukan agar lebih banyak lagi hewan-hewan yang sehat". ujar Refo.